Friday, 26 October 2012

Sebuah perjumpaan (kembali)



Lama kami saling berbagi cerita. Aku lebih banyak menyimak mendengar kisahnya, terpukau dengan sejuta perjuangannya untuk berubah. Sebuah proses yang memerlukan waktu, selama waktu yang telah memisahkan kita. Kurang lebih tiga tahun, Subhanallah.

Sebut saja ia Kak Ani. Allah yang telah mempersaudarakan kami. Pertemuan yang tidak disengaja. Berawal dari sebuah perkumpulan tahlil seorang saudara kami di ranah jiran ini. Berlanjut dengan pertemuan rutin seminggu sekali setiap hari Jum'at. Berbagi ilmu dan belajar qiraati bersama. Nikmatnya masa-masa itu.

Hingga, genap lima tahun telah berlalu. Ia berkata padaku.."Dini masih sama...tetap muda..."
Padahal usia ku kini hampir tiga puluh tiga. MasyaAllah, aku pun tersadar. Betapa waktu telah mengiringku jauh, jauuuh...sekali. Pertemuan kami kali ini begitu singkat, namun amat berkesan.

Aku lebih banyak mendengar hal-hal yang bermanfaat darinya. Tentang kebahagiaanya saat ini, yang tidak ia dapatkan dengan sederhana. Sebuah proses, pembelajaran diri. Bagaimana ia berjuang untuk menegakkan sholat fardhu. Dari yang awalnya hanya setahun dua kali, kini dengan sunah -sunah nya pun ia tegakkan. Kak Ani juga mengajakku untuk senantiasa beristighfar, bisa sambil memasak, bahkan ketika mencuci beras. Katanya lagi semua itu yang telah memberi ketenangannya selama tiga tahun terakhir ini. Subhanallah...Allahu Akbar..!

Mendengar ka Ani berbicara. Hadir nasihat-nasihat indah. Mimpi-mimpinya yang masih tertunda. Dan masih ingin ia raih, yaitu mimpinya tuk meneguk banyak ilmu tentang Islam dan ingin ia sampaikan lagi kepada kawan-kawannya, dengan alasan ...itulah yang nanti kan terus mengalir menjadi pahala untuknya kala ajal telah datang. Sungguh, aku terharu. Perubahan yang tidak instan dan penuh liku. Subhanallah...

******

Dan kini...tinggal aku yang sedang menghitung, betapa banyak noktah yang kututup dengan sebelah mata. Sungguh, akhir yang indah dan terbaik adalah cita-cita tertinggi hidupku. Meski, bayang-bayang selalu datang mengganggu. melalaikan jiwa..."Allah....bantu kami...."

*****

Akhir perjumpaan kami, Ka Ani mengajakku tuk ikut melawat seorang anak muda (anak kawannya) yang hampir 3 bulan koma di General Hospital KL. Subhanallah...sebuah ajakan yang sangat menarik. Aku jadi teringat Shafa, gadis kecil yang sempat kujumpai di ICU RSCM.

Perjalanan, dari satu Rumah Sakit ke Rumah Sakit lain...adalah perjalanan yang selalu aku nantikan. Karena disanalah jiwa ku tertanam. Masa lalu dan segenap kenangannya yang tak pernah bisa kulupakan. Menjadi seorang bidan di RSAL Mintohardjo, Jakarta. "Allaah.....Rindu itu..." :'(





~Rahmajanti'81~
Kenangan Iedul Adha 1433H.
Semenanjung Malaysia

No comments:

Post a Comment